Klaten.tk -
Kata Kunci : Kerja KerasIni sebuah fakta. Walaupun bisnis Multi Level Marketing ( MLM ) telah beroperasi di Tanah Air sejak tahun 1980 an. Dikatakan, MLM hanya menjual mimpi, merupakan jalan tol menuju kekayaan materi tanpa susah payah. Berbagai daftar impian / kebutuhan Financial Dream berupa penghasilan tambahan, bebas financial, mobil impian, rumah impian, pendidikan, kegiatan sosial, kegiatan rohani, tour ke luar negeri, warisan serta Personal Dream berupa keluarga sehat dan bahagia juga impian lainnya.
Financial freedom !! Dua kata ini, selama beberapa tahun terakhir, amat popular dikalangan pebisnis MLM. Orang – orang yang terjun ke model bisnis modern ini, di perusahaan MLM manapun member aktif, senantiasa diajak mencapai kemerdekaan financial.
Sebetulnya masyarakat sudah jenuh / muak dan alergi mendengar MLM karena bisnis MLM bukan menjual produk, melainkan hanya menawarkan impian belaka. Bahkan, lebih parah lagi, pemberitaan media massa yang kadang tidak dapat membedakan antara bisnis MLM dengan skema piramida money game atau dianggap membeli karcis lotre artinya setelah membeli (joint) kupon lalu tinggal ongkang-ongkang kaki menunggu hasil.
Yang terjadi modus money game adalah begitu menelan korban member yang menjadi down line, media massa dengan entengnya memberitakan peristiwa tersebut sebagai kejahatan bisnis MLM.
Di Bisnis MLM selayaknya kita berlaku seperti Manajer Network Marketer, yang namanya memprospek adalah aktivitas mencari orang yang mungkin tertarik dengan peluang bisnis yang kita tawarkan. Memprospek juga suatu proses menjadi seorang leader, yang dengannya kita mulai merekut orang lain agar ikut bergabung bersama.
Beberapa pakar MLM menyampaikan alasannya : Bahwasanya orang-orang yang sukses di bisnis MLM sesungguhnya adalah orang – orang yang bersedia bekerja keras, serta orang–orang bersedia membantu jaringannya mencapai puncak kesuksesan tanpa pamrih.
Sekolah Entrepreneur
Sebenarnya MLM adalah sekolah Entrepreneur, setidaknya dalam skala kecil. Sebab, bukan hanya income yang diperoleh, tetapi juga sikap yang dapat menumbuhkan mental entrepreneur. Di MLM, dengan modal yang relative kecil, bisa mendapatkan sesuatu yang tidak pernah diajarkan di sekolah. Dengan begitu, kalaupun incomenya belum signifikan, sikap mental itu bisa diduplikasikan di bidang lain, atau saat mereka ingin membuka usaha yang lain.
Bisnis MLM merupakan konsep ekonomi modern, karena bisnis MLM mampu merangkul tenaga kerja, mengurangi jumlah pengangguran serta berpotensi mengatasi kemiskinan, sehingga selayaknya campur tangan pemerintah dalam membenahi bisnis MLM ini yang mampu membantu sektor potensial menyerap tenaga kerja.
Sebagai manusia yang memiliki tujuan hidup dan ingin sukses dalam kehidupannya, maka sudah pasti manusia tersebut akan berusaha keras mencapai impian atau cita-citanya, baik dengan menjalankan bisnis, berniaga atau dengan hal lainnya yang dianggap bisa mewujudkan impian manusianya.
Di dalam ajaran agama Islam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang berbunyi :
“Barangsiapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, ia serupa dengan seorang mujahid fi sabilillah “
Hadits ini menjelaskan bahwa berusaha dan bekerja keras dengan cerdas juga termasuk dalam kriteria jihad, sehingga jihad tidak hanya berkenaan dengan berperang di medan pertempuran, tetapi juga memerangi kemiskinan.
Sudah saatnya kini, Pemerintah lewat Departemen Perdagangan RI, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Direktorat Bina Usaha Dan Pendaftaran Perusahaan yang mempunyai kewenangan menerbitkan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) berkerja sama dengan Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) melakukan penertiban dan memonitor perjalanan bisnis MLM yang kini merambah di Tanah Air serta memberikan penilaian positif, diharapkan masyarakat akan mengetahui perusahaan MLM palsu dan perusahaan MLM yang murni, sehingga masyarakat juga tidak akan tertipu oleh praktik bisnis perusahaan bodong alias money game berkedok MLM.
Dalam menjalankan bisnis MLM, agar tidak memberikan janji yang berlebihan terhadap para member akan cepat kaya atau memiliki sejumlah investasi di berbagai bidang jika sudah berhasil bergabung, tetapi yang paling penting adalah kerja keras, memotivasi yang kuat, serta keinginan yang besar untuk berhasil, dan jika sudah dilaksanakan maka dia sendiri yang akan merasakan manfaatnya.
Beberapa masukan koment
Bisakah MLM dijadikan tempat mencari nafkah untuk meraih sukses finansial ? Jawabannya : tidak bisa !!
Bisnis apapun intinya adalah omset.
Orang-orang MLM yang berada di posisi puncak menikmati omset dari anak buah alias downlinenya.
Makin banyak orang yang bisa diajak bergabung, maka ia akan makin beruntung.
Kriteria MLM yang sehat ? Sederhana aja, produknya harus bersaing dengan produk sejenis di luar MLM. Kalau sama, atau bahkan lebih mahal, berarti anda tidak mendapatkan keuntungan riil sebagai konsumen. Untuk mendapatkan keuntungan, anda harus mengajak orang lain menjadi downline. Orang yang anda ajak akan menggantikan anda sebagai konsumen murni tanpa keuntungan finansial.
Setelah selama satu tahun menjalankan bisnis MLM PT. Nutrend Intl, saya mengaku sudah bisa mencicil hutang- hutang ketika ambruknya bisnis besi, kemudian mendapat kan sebuah rumah di Banjarmasin serta dapat membeli sebuah mobil Avansa pada bulan September 2008.
Pada setiap perekrutan, para MLM-ers sering kali lebih mempromosikan kemungkinan untuk mendapatkan kekayaan dengan cepat, mudah, daripada mempromosikan kehandalan produk yang dijual. Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa promosi yang dilakukan lebih menggarap sisi materialisme dan keserakahan seseorang dari pada memberi pengetahuan tentang produk yang ada.
Pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah semua orang yang ada dilevel atas/upline/upline leader/top leader berfikir tentang kesuksesan orang-orang yang ada dibawah mereka ??
Lalu mau di bawa ke mana bisnis MLM ini sebenarnya ??
Ada yg mencaci ada yg bersyukur.. nah bgtulah hidup ga maya ga real (di dunia nyata) tergantung semua kembali kepada diri kita sendiri..


Menu
Category:
Pencarian
Last Comments


Leave a Comment